RAKYAT.NEWS, MAKASSAR – Pemilik panti asuhan sekaligus oknum dosen di Kota Makassar berinisial SE membantah kabar tentang tuduhan terhadapnya yang diduga melakukan pelecehan terhadap anak pantinya AF (15)

“Salah besar dan itu fitnah. Sementara saya mau ke KPAD menuntut dengan UU ITE, persoalan yang tidak benar tanpa konfirmasi langsung ke saya sebelum videonya diedarkan,” jelasnya melalui pesan singkat, Senin (13/5/2024).

SE juga mengatakan, bahwa dirinya menduga jika hal ini merupakan perbuatan dari mantan istri bersama dengan iparnya.

“Saya menduga kuat mantan istri yang barusan saya ceraikan kerjasama dengan iparnya (ibu dari anak tersebut) ingin merusak reputasi dan nama baik saya,” ujarnya.

Maka dari itu, SE akan melaporkan balik dugaan tersebut apabila yang bersangkutan tidak klarifikasi dan meminta maaf.

“Ada sutradaranya ini informasi dan fitnah, dan saya sudah tahu. Saya akan balikin jika mereka tidak klarifikasi dan minta maaf di media dan lainnya,” terangnya.

“Intinya begini, kalau dia tidak buat video ulang klarifikasi pernyataannya, dan tidak punya bukti dan sudah menyebarkan video tentang tuduhan mereka ke saya, maka orang buat video termasuk komisioner KPAI akan saya masukkan dalam materi laporan saya,” tambahnnya.

Perlu diketahui, sebelumnya beredar rekaman video di media sosial seorang anak dibawah umur atau remaja berinisial AF (15) yang mengaku telah dilecehkan oleh oknum dosen sekaligus pemilik panti asuhan yakni SE.

Dalam rekaman tersebut, AF mengaku telah mengalami hal itu sebanyak 3 kali dalam waktu yang berbeda sejak masih duduk di bangku kelas 2 SMP. Namun, ia tidak menjelaskan secara rinci kapan kejadian tersebut terjadi.

“Saya ditangkap berdua polisi (apabila dugaan pelecehan dilaporkan),” jelas AF dalam rekaman video tersebut.