RAKYAT.NEWS, MAKASSAR – BPJS Kesehatan Kota Makassar bersama 12 SKPD bertemu dalam rapat koordinasi terkait kondisi kesehatan masyarakat hingga ketenagakerjaan. Pertemuan berlangsung di Kantor Wali Kota Makassar (13/5/2024).

Kota Makassar berusaha mengurangi angka pengangguran dengan berbagai program yang di jalankan.

“Kita tak mungkin dapat progres yang baik, kalau tidak diintervensi dengan program,” ujar Kepala Disnaker Makassar, Nielma Palamba.

Untuk kawasan Indonesia Timur, Makassar menjadi penyumbang angka pengangguran tertinggi.

“Penyumbang terbesar memang karena kita ibukota provinsi, dan kita urban, pusat pendidikan Indonesia timur,” kata Nielma.

Disebutkan bahwa angka pengangguran dalam 4 tahun terakhir mengalami penurunan, sejak 2021 dari 15 persen menjadi 10,6 persen, dan di harapkan dapat ditekan lagi.

Disnaker kota Makassar juga turut berfokus pada membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul di Kota Makassar melalui program pelatihan.

“Pelatihan berbasis kompetensi itu memang beberapa kami miliki itu berstandar SKKNI. Harapannya alumni ini bisa betul-betul punya output yang baik,” ucap Nielma.

Disnaker kota Makassar saat ini mencoba menekan angka pengangguran di bawah 10 persen, mengingat Makassar pernah menyentuk angka delapan persen pada tahun 2017-2018.

Terlebih pengaruh angka pengangguran terjadi karena efek dari pensdemi covid 19 kemarin.

“Seluruh dunia mengalami, ada yang tutup, PHK, dirumahkan,” jelas Nielma.

 

Penulis: Dwiki