Pada 2023 lalu untuk pertama kalinya Holy mengikuti event yang sama di Tashkent, Uzbekistan, 28 April – 15 Mei 2023. Keikutsertaan Holy kala itu merupakan sejarah baru bagi atlet tinju Sulsel. Sebab kali pertama ada petinju Sulsel tampil di ajang bergengsi kelas dunia.

Di pentas tinju amatir Indonesia, Holy juga punya prestasi mentereng. Sebelum juara di PON XXI Aceh-Sumut 2024 lalu, anak sulung dari lima bersaudara pasangan Dufri Masihor dan Sorsin Katiadagho ini sudah puluhan kali juara di berbagai event nasional. Bahkan sejak masih bermain dikategori junior di saat usianya masih belasan tahun.

Pada penampilan perdananya di PON Papua 2021, Oy, sapaanya mempersembahkan medali perunggu. Saat itu dia bertekad akan naik di podium tertinggi pada PON 2024.

Janji itu dia buktikan. Di final PON 2024, Oy mengalahkan seniornya. Petinju yang cukup disegani di negeri ini, Aldom Sugoro. Petinju asal DKI peraih tiga medali perak PON dan pendulang emas pada SEA Games. 2017.

“Mohon doa seluruh masyarakat Sulsel. Semoga atlet kebanggan kita bisa pulang membawa hasil yang sempurna,” ujar Harpen Ali.

Putra tokoh olahraga nasional A Reza Ali ini sudah komitmen, meski tak ada perhatian, bantuan dan support anggaran dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel ia bertekad tetap akan membawa atlet andalannya ini bertarung hingga ke Mancanegara. ‘’Semua demi nama baik dan harga diri orang Bugis,” tegas Harpen Ali.

‘’Ini kesempatan emas bagi atlet binaan PERTINA Sulsel untuk bisa tampil di kejuaraan dunia. Apalagi ini momentum yang baik untuk mengukir sejarah dan mengukur kemampuan atlet Sulsel di kejuaraan dunia,” timpal Sekretaris Pengprov PERTINA Sulsel, Sri Syahril..

YouTube player