Selain kepada jajaran pemerintah, Wali Kota Makassar turut menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama musim hujan dan angin kencang.

Warga diminta lebih berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah, terutama di sekitar pohon pelindung dan pohon penghijauan di sepanjang jalan yang berpotensi tumbang.

“Kami imbau masyarkat untuk lebih berhati-hati, terutama saat beraktivitas di sekitar pohon-pohon penghijauan di jalan, karena bisa saja tumbang akibat angin kencang,” ujarnya.

Munafri juga mengingatkan bahaya arus listrik yang dapat muncul akibat cuaca ekstrem. Ia meminta masyarakat lebih waspada terhadap potensi korsleting dan risiko kelistrikan lainnya, terutama yang dapat membahayakan anak-anak.

“Antisipasi arus listrik, ini bisa sangat berbahaya, terutama bagi anak-anak kecil. Kita minta masyarakat benar-benar memperhatikan hal ini,” tutup Munafri.

Tidak hanya di wilayah daratan, Munafri turut menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar untuk melakukan pemantauan aktif terhadap warga di wilayah kepulauan. Langkah ini dilakukan guna mengantisipasi potensi risiko akibat gelombang tinggi dan angin kencang di laut.

“BPBD lakukan, pemantauan dilakukan di laut, untuk memastikan keselamatan warga sekaligus antisipasi, mengetahui secara cepat kondisi yang terjadi di lapangan,” imbuhnya.

Ia menegaskan bahwa kehadiran BPBD merupakan representasi kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, termasuk bagi warga yang berada di pulau-pulau.

“BPBD harus aktif memantau kondisi warga di pulau-pulau, agar setiap perkembangan bisa segera direspons,” seruan Appi.

Instruksi siaga penuh ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam meningkatkan kesiapsiagaan bencana serta memastikan keselamatan seluruh warga, termasuk yang berada di wilayah rawan dan terluar kota. (*)

YouTube player