“Bukan hanya untuk warga Makassar, tetapi juga untuk orang luar yang ingin datang ke Makassar. Mereka sudah bisa menentukan mau ke mana dan mau ngapain lewat aplikasi ini,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar, A. Hendra Hakamuddin, menjelaskan bahwa pengembangan fitur pariwisata dalam Lontara+ sejalan dengan prioritas strategis pembangunan Kota Makassar, khususnya pada penguatan seni, budaya, dan pariwisata.

“Lontara Plus kami posisikan sebagai kanal resmi Pemerintah Kota Makassar yang menyatukan informasi destinasi, pemesanan tiket, kalender event, serta promosi pariwisata dalam satu platform digital yang mudah diakses dan terpercaya,” jelas Hendra.

Pada tahap awal atau Minimum Viable Product (MVP), fitur pariwisata Lontara Plus menghadirkan layanan berbasis konsep 4A kepariwisataan, yaitu atraksi, aksesibilitas, amenitas, dan aktivita. 4A kepariwisataan dilengkapi layanan ticketing destinasi wisata serta sistem pengelolaan tiket yang transparan dan terstandarisasi.

Ke depan, lanjut Hendra, layanan pariwisata ini akan dikembangkan melalui fitur gamifikasi, bundling paket wisata, dan experience packaging. Hal itu dilakukan guna mendorong peningkatan lama tinggal wisatawan di Makassar yang tentu akan memberikan dampak positif terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Sebagai bagian dari pengembangan layanan pariwisata digital, fitur Pariwisata juga melakukan identifikasi user persona melalui segmentasi pengguna, agar layanan pada Lontara+ dapat diterima dan diakses secara lebih efisien oleh masyarakat.

Hendra menjelaskan bahwa terdapat beberapa segmen utama pengguna layanan pariwisata di Kota Makassar. Mulai dari warga Makassar yang ingin berwisata lokal, wisatawan domestik dari luar daerah, budget traveler, milenial traveler dan Gen-Z travel yang terbiasa merencanakan perjalanan secara digital.

Selain itu terdapat segmen pengguna keluarga dengan anak, atau dengan lansia, atau dengan kelompok rentan. Terakhir segmen pengelola destinasi tempat wisata.

YouTube player