RAKYAT.NEWS, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, kembali menegaskan komitmennya bahwa setiap kebijakan pembangunan tidak boleh mengabaikan suara masyarakat.

Prinsip tersebut ditunjukkan dengan langkah Munafri turun langsung ke lapangan untuk mendengarkan aspirasi warga terkait rencana Proyek Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kecamatan Tamalanrea.

Kehadiran orang nomor satu di Kota Makassar itu bukan sekadar agenda seremonial. Munafri datang untuk melihat, mendengar, dan merasakan langsung kegelisahan warga yang selama ini menyuarakan penolakan terhadap pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) yang dikelola oleh PT Sarana Utama Synergy (PT SUS).

Lokasi proyek PSEL yang berada di kawasan Grand Eterno, Kelurahan Parangloe, dinilai warga berpotensi menimbulkan dampak lingkungan dan sosial karena berdekatan dengan permukiman penduduk.

Kekhawatiran tersebut telah berulang kali disampaikan masyarakat kepada Pemerintah Kota Makassar, namun belum sepenuhnya terjawab.

Kondisi itulah yang mendorong Wali Kota Munafri Arifuddin turun langsung melakukan peninjauan lokasi sekaligus membuka ruang dialog dengan warga, Jumat sore (2/1/2026).

Dalam kesempatan itu, Munafri menegaskan bahwa pelaksanaan proyek strategis seperti PSEL harus berjalan secara transparan, akuntabel, serta mengedepankan kepentingan dan aspirasi masyarakat yang bermukim di sekitar lokasi.

Munafri menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Makassar dalam waktu dekat akan memfasilitasi pertemuan langsung antara PT Sarana Utama Synergy selaku pemenang proyek PSEL dengan warga setempat.

Langkah ini dilakukan untuk membuka ruang dialog terbuka agar seluruh informasi terkait proyek dapat disampaikan secara jelas dan tidak menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat.

“Pemkot akan mengundang PT SUS untuk duduk bersama masyarakat. Semua informasi harus disampaikan secara terbuka supaya tidak ada lagi keraguan atau kekhawatiran,” tegas Munafri.