RAKYAT NEWS, MAKASSAR – Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan transportasi memperkuat koordinasi nasional dalam menghadapi penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026.

Langkah tersebut diwujudkan melalui Rapat Koordinasi Angkutan Lebaran yang dipimpin Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Dudy Purwagandhi, di Ruang Rapat Pimpinan Lantai 2 Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Jumat (27/2/2026).

Rapat strategis ini dihadiri Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, unsur Forkopimda Sulsel, instansi vertikal, operator transportasi lintas moda, serta seluruh stakeholder terkait, termasuk PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 sebagai operator kepelabuhanan utama di Kawasan Timur Indonesia.

Forum tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan kesiapan sistem transportasi nasional menghadapi potensi lonjakan mobilitas masyarakat selama periode mudik dan arus balik Lebaran, sekaligus menjaga kelancaran distribusi logistik antarwilayah.

Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Dudy Purwagandhi, menegaskan bahwa penyelenggaraan angkutan Lebaran merupakan momentum penting untuk menguji kesiapan ekosistem transportasi nasional, baik dari sisi infrastruktur, keselamatan, maupun koordinasi lintas sektor.

Dia menekankan bahwa keberhasilan angkutan Lebaran tidak hanya diukur dari kelancaran arus penumpang, tetapi juga kemampuan seluruh pihak dalam menjaga standar keselamatan dan pelayanan publik.

“Angkutan Lebaran adalah agenda nasional yang membutuhkan kolaborasi kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, operator transportasi, serta aparat keamanan. Kita harus memastikan masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman, nyaman, dan tepat waktu,” ujar Dudy Purwagandhi.

Menurutnya, integrasi antar moda transportasi menjadi fokus utama, terutama di wilayah yang memiliki karakteristik kepulauan seperti Sulawesi Selatan dan kawasan Indonesia Timur.

Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menyampaikan bahwa posisi geografis Sulsel menjadikan daerah ini sebagai salah satu simpul utama pergerakan masyarakat dan logistik selama musim mudik Lebaran.