RAKYAT.NEWS, MAKASSAR – Satu tahun kepemimpinan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin bersama Wakil Wali Kota, Aliyah Mustika Ilham diwarnai percepatan pembangunan infrastruktur jalan yang menyasar kebutuhan langsung masyarakat.

Sepanjang 2025, Pemerintah Kota Makassar mencatat penanganan 105 ruas jalan aspal serta 135 ruas jalan lingkungan atau lorong yang tersebar di berbagai kecamatan.

Pembenahan infrastruktur tersebut menjadi bagian dari komitmen pasangan dengan tagline MULIA dalam memperkuat konektivitas kota, mulai dari jalan utama hingga lorong permukiman warga.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar, Zuhaelsi Zubir, menjelaskan bahwa sepanjang Tahun Anggaran 2025, penanganan 105 ruas jalan aspal dilakukan melalui belanja modal, sementara satu ruas lainnya melalui belanja hibah.

“Sejak awal masa kepemimpinan Bapak Wali Kota, tahun 2025 sebanyak 105 ruas jalan aspal telah ditangani melalui belanja modal, serta satu ruas melalui belanja hibah,” ujarnya saat momentum satu tahun kepemimpinan MULIA, Jumat (20/2/2026).

Tak hanya ruas jalan utama, Pemkot juga memberi perhatian pada jalan lingkungan dan lorong. Pada 2025, sebanyak 135 ruas jalan lingkungan telah ditangani melalui belanja modal.

Memasuki Tahun Anggaran 2026, Pemkot Makassar kembali mengalokasikan penanganan 95 ruas jalan aspal yang saat ini memasuki tahap persiapan kontrak kerja. Selain itu, sebanyak 118 ruas jalan lingkungan tambahan akan dikerjakan melalui paving yang tersebar di 13 kecamatan.

Distribusi 118 ruas jalan lingkungan tersebut meliputi Biringkanaya (13 ruas), Tamalanrea (12), Panakkukang (10), Manggala (22), Rappocini (6), Makassar (15), Mamajang (2), Tamalate (14), Mariso (4), Bontoala (4), Ujung Tanah (2), Tallo (13), dan Sangkarang (1).

“Khusus wilayah kepulauan, Pemkot merencanakan pembangunan satu ruas jalan lingkungan di Pulau Langkai,” tuturnya.

Namun, rencana pekerjaan di Pulau Langkai tersebut belum dapat terlaksana karena tidak ada penyedia jasa yang lolos evaluasi.

Selain penanganan jalan, Dinas PU juga menyiapkan sejumlah program strategis pada 2026 dengan pagu anggaran signifikan.

Pembangunan jalan akses menuju TPA Tamangapa Antang dialokasikan anggaran Rp10.631.400.000 dan saat ini dalam tahap persiapan dokumen mini kompetisi.

“Selain itu, penataan pedestrian di dua ruas jalan dialokasikan anggaran sebesar Rp12.659.472.000 guna meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pejalan kaki,” jelasnya.

Pada sub kegiatan pembangunan jalan, dialokasikan anggaran Rp52.387.165.500 yang mencakup pekerjaan fisik pembangunan jalan, hibah satu ruas jalan aspal, serta pekerjaan paving di 118 ruas jalan lingkungan di 13 kecamatan.

Sementara itu, sub kegiatan rehabilitasi jalan dialokasikan anggaran Rp75.485.049.200 untuk 95 ruas jalan aspal.

Sebanyak 31 ruas saat ini dalam tahap persiapan dokumen mini kompetisi, sedangkan sisanya menunggu penyelesaian dokumen Detail Engineering Design (DED).

Adapun sub kegiatan konstruksi jalan dialokasikan Rp34.368.385.800 untuk 24 ruas jalan yang saat ini masih menunggu penyelesaian dokumen DED perencanaan. Kecamatan Manggala menjadi wilayah dengan jumlah konstruksi terbanyak, yakni 12 ruas.

Tak hanya itu, Pemkot Makassar juga mengalokasikan Rp4.912.204.600 untuk pembangunan empat unit jembatan. Dua jembatan memasuki tahap persiapan tender, sementara dua lainnya dalam tahap penyusunan dokumen perencanaan.

Zuhaelsi menegaskan, pembangunan infrastruktur tersebut merupakan bagian dari visi besar Pemerintah Kota Makassar dalam menghadirkan kota yang lebih tertata dan memiliki konektivitas yang semakin baik.

“Pemerintah berkomitmen memastikan pembangunan infrastruktur berjalan merata dan berkelanjutan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tukasnya. (*)

YouTube player