RAKYAT NEWS, MAKASSAR – Kota Makassar kembali menegaskan posisinya sebagai ruang perjumpaan lintas budaya dan agama. Melalui momentum Jappa Jokka Cap Go Meh 2026 di Jalan Sulawesi, Sabtu (28/2/2026), Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama RI meluncurkan 10 Kelurahan Sadar Kerukunan, sekaligus menargetkan Indonesia menjadi rujukan dunia dalam praktik harmoni sosial.

Kepala PKUB Kemenag RI, M. Adib Abdushomad yang akrab disapa Gus Adib, menegaskan bahwa Indonesia memiliki kekuatan besar dalam keberagaman yang dikelola dengan baik.

“Indonesia harus menjadi inspirasi dunia. Kita tidak cukup hanya berbicara di forum internasional, tetapi harus menunjukkan praktik nyata di tingkat kelurahan dan desa. Di situlah kerukunan benar-benar hidup,” ujarnya.

Peluncuran ini merupakan bagian dari strategi nasional bertajuk INSPIRE (Indonesia Inspiration) yang diinisiasi Kementerian Agama di bawah kepemimpinan Nasaruddin Umar. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi global pembelajaran toleransi dan resolusi konflik berbasis dialog.

Dengan penambahan 10 kelurahan di Makassar, jumlah Desa/Kelurahan Sadar Kerukunan secara nasional kini mencapai 496 titik. Konsep ini dirancang sebagai laboratorium sosial—ruang dialog lintas iman, kolaborasi antar komunitas, serta sistem mitigasi dini terhadap potensi konflik keagamaan.

Menurut Gus Adib, Makassar diproyeksikan menjadi salah satu etalase praktik toleransi yang dapat dikunjungi delegasi mancanegara.

“Yang terpenting bukan sekadar papan nama, tetapi realitas sosialnya. The living values of religious harmony harus terlihat dan dirasakan. Kalau ada tamu dari Eropa atau negara lain, kita bisa ajak mereka melihat langsung praktiknya di sini,” tegasnya.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyampaikan bahwa Jappa Jokka Cap Go Meh bukan hanya perayaan budaya, tetapi simbol persatuan masyarakat Kota Daeng.