RAKYAT.NEWS, BEKASI – Lembaga kemanusiaan Qudwah Indonesia menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa lima ton sembako ke sejumlah wilayah terdampak bencana di Sumatra dan Aceh.

Bantuan tersebut dikirim menggunakan lima unit truk melalui jalur darat dan dilepas secara resmi oleh Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, Senin (3/1/2025).

Pelepasan bantuan dilakukan sebagai bagian dari respons tanggap darurat Qudwah Indonesia terhadap bencana yang melanda beberapa daerah di Pulau Sumatra.

Bantuan logistik tersebut ditujukan untuk masyarakat terdampak di tiga wilayah, yakni kawasan Tapanuli di Sumatra Utara, Aceh Tamiang di Provinsi Aceh, serta Kabupaten Agam, Sumatra Barat.

Perwakilan Program Penyaluran Qudwah Indonesia, Ibnu Hafiz, mengatakan bahwa pengiriman lima ton sembako ini merupakan bantuan lanjutan setelah sebelumnya Qudwah Indonesia membuka dapur umum di Kabupaten Agam, Sumatra Barat.

“Sejak awal terjadi bencana di sana, kami sudah mendirikan dapur umum di Kabupaten Agam, Sumatra Barat. Bantuan susulan ini sebanyak lima ton kami kirimkan ke tiga wilayah terdampak, yakni Tapanuli di Sumatra Utara, Aceh Tamiang di Aceh, dan Kabupaten Agam,” ujar Ibnu Hafiz kepada Rakyat News.

Ia menegaskan, Qudwah Indonesia bergerak cepat begitu mendapatkan informasi terjadinya bencana. Bahkan, satu hari sebelum bencana meluas, pihaknya telah menyiapkan posko tanggap darurat di wilayah terdampak.

“H-1 sebelum bencana di Sumatra, Qudwah Indonesia sudah membentuk posko di sana sebagai langkah awal respons kemanusiaan,” katanya.

Menurut Ibnu, seluruh bantuan yang disalurkan merupakan amanah dari para donatur yang harus dipastikan tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.

Oleh karena itu, proses distribusi dilakukan dengan pengawalan dan koordinasi bersama relawan di lapangan.

Selain menyalurkan bantuan sembako, Qudwah Indonesia juga berupaya mendorong pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana. Salah satu langkah yang dilakukan adalah membelanjakan sebagian kebutuhan logistik langsung di wilayah terdampak.