“Program prioritas tidak bisa berjalan sendiri. Harus dikerjakan bersama-sama. Semua harus terlibat, saling mendukung, dan bergerak dalam satu irama,” tegasnya.

Secara khusus, Munafri mengajak seluruh pejabat yang baru dilantik untuk fokus menjalankan program unggulan MULIA sebagai arah kebijakan utama Pemerintah Kota Makassar.

Program tersebut menjadi fondasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan, kesejahteraan masyarakat, serta tata kelola pemerintahan yang profesional dan berintegritas.

“Program unggulan bukan hanya slogan. Ini adalah komitmen bersama yang harus diwujudkan dalam kerja nyata di lapangan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Munafri menegaskan bahwa proses pengisian dan pergeseran jabatan struktural merupakan dinamika organisasi yang bertujuan mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik.

Ia menilai pelantikan pejabat bukan bentuk pengambilan hak atau penilaian negatif terhadap aparatur, melainkan bagian dari proses penyegaran birokrasi.

“Pelantikan ini adalah proses penyegaran dan pergeseran untuk memaksimalkan fungsi dan tugas, baik secara individu maupun kelembagaan,” ujar Munafri.

Munafri juga menyampaikan pesan khusus kepada para camat yang baru dilantik. Ia menegaskan bahwa camat-camat yang digantikan merupakan figur-figur yang berhasil menjalankan tugas dengan baik, sementara pergeseran dilakukan untuk memberikan ruang pengembangan karier agar tidak terlalu lama berada pada satu posisi.

Ia berharap camat yang baru dilantik mampu menunjukkan kinerja yang lebih baik, bahkan melampaui capaian pendahulunya, khususnya dalam merespons dan menyelesaikan persoalan sosial di tengah masyarakat secara tegas namun tetap humanis.

Munafri menegaskan masa uji kinerja camat akan berlangsung selama enam bulan dan menjadi dasar evaluasi kelanjutan jabatan.

“Kalau setelah enam bulan rapornya bagus, silakan lanjut. Tapi kalau kurang bagus, mohon maaf, banyak yang antre di posisi itu,” tegasnya.

Selain camat, Munafri juga menekankan pentingnya jabatan-jabatan administrasi, khususnya yang berkaitan dengan perencanaan, keuangan, dan urusan umum. Menurutnya, posisi tersebut memegang peran strategis dalam menjaga ritme kerja organisasi agar tetap efektif dan tertata dengan baik.