Jusuf Kalla Letakkan Batu Pertama Gedung Baru 15 Lantai FEB Unhas
Dengan kondisi seperti itu, dari segi mobilitas tentu saja tidak efisien.
“Belum lagi lelahnya dosen dan mahasiswa, harus bolak-balik antara tiga lokasi kampus dengan kondisi kemacetan kota Makassar yang makin parah,” ujar Rahman Kadir, Dekan FEB Unhas.
Pembangunan gedung perkuliahan terpadu itu ditaksir menelan dana mencapai angka Rp 60 miliar. Saat ini, tambah Rahman, dana yang tersedia baru sekitar Rp 27 M.
“Kita harapkan dukungan dari alumni yang banyak tersebar di berbagai kota dan bahkan negara lain. Membangun sarana pendidikan, Insya Allah bagian dari amal jariyah,” kata Rahman.
Seperti Jusuf Kalla (JK), Iqbal Latanro (Dirut Bank BTN tahun 2005-2012), Asmawi Syam (Dirut Bank BRI tahun 2015-2017) dan lainnya.
Rahman Kadir bisa tersenyum. Bernafas lega. Pusingnya sedikit berkurang. Karena harapannya itu langsung direspon Ketum Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi (Ikafe) Unhas, Hendra Noor Saleh.
Dengan raut wajah optimis, mantan CEO Dyandra Promosindo (Perusahaan EO grup Kompas-Gramedia) ini siap menggalang dan meminta kesediaan alumni untuk “gotong royong” berkontribusi donasi.
Tentu dengan cara ala alumni, Hendra meyakinkan. Banyak cara bisa diupayakan. Bentuknya macam-macam. Yang pasti dilakukan dengan spirit riang dan gembira. Sebagaimana tagline yang dipopulerkan pengurus Ikafe Unhas selama ini.
Tak hanya itu, bahkan para alumni bersedia “masuk kampus” sebagai dosen tamu dan menularkan virus kewirausahaan. Dan para alumni yang baru lulus punya orientasi dan siap masuk di dunia kerja dan usaha/bisnis.
“Tersebar alumni FEB Unhas di berbagai bidang pekerjaan dan banyak yang sukses. Mereka siap giving back untuk almamater,” kata Hendra yang didampingi Sekjen Ikafe Unhas, Mohammad Suaib Mappasila yang baru tiba dari perjalanan di negeri “paman sam”.

Tinggalkan Balasan